JAKARTA (Arrahmah.id) – Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan bahwa rencana itu sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina sekaligus menolak wacana relokasi yang digagas oleh Amerika Serikat.
“MUI bersama Baznas juga tadi itu (akan membangun) Indonesia Village sebagai simbol pembangunan agar narasi relokasi atau rekonstruksi tidak diambil alih oleh Amerika,” kata Sudarnoto dalam konferensi pers pada Selasa (26/3/2025).
Ia menambahkan bahwa potensi donasi dari masyarakat Indonesia untuk Palestina sangat besar, sehingga ia optimis rencana tersebut dapat direalisasikan dengan rekonstruksi Gaza yang tetap berada dalam kendali pihak yang berpihak pada rakyat Palestina.
“Menurut hemat saya, dengan melihat potensi dan peluang Indonesia, ini sesuatu yang sangat mungkin bisa dilakukan. Kita harus merebut narasi rekonstruksi tanpa Amerika,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas, Noor Achmad, mengungkapkan bahwa pembangunan Kampung Indonesia akan dibiayai dari donasi khusus yang telah dikumpulkan untuk Palestina, termasuk dana sebesar Rp328 miliar yang sudah tersedia.
“Insya Allah akan kita gunakan untuk membangun perkampungan di sana yang di situ nanti ada masjid, ada sekolahan, ada rumah sakit,” kata Noor.
Wacana relokasi warga Gaza sebelumnya disampaikan oleh Presiden AS, Donald Trump, dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Washington pada 4 Februari lalu. Trump menyatakan kesiapan AS untuk mengambil alih Gaza, untuk mengembangkan wilayah tersebut.
“Jika memang diperlukan, kami akan melakukannya. Kami akan mengambil alih wilayah tersebut, mengembangkannya, menciptakan ribuan lapangan kerja, dan itu akan menjadikannya sesuatu yang dapat dibanggakan oleh seluruh Timur Tengah,” kata Trump.
(ameera/arrahmah.id)