YAMAN (Aarrahmah id) – Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara besar-besaran di Yaman, menargetkan beberapa wilayah yang dikuasai kelompok Houthi sejak Selasa dini hari. Media yang berafiliasi dengan kelompok Ansharullah (Houthi) melaporkan bahwa setidaknya 15 serangan menghantam provinsi Sa’dah dan ibu kota Sana’a, sementara dua serangan lainnya menyasar Pulau Kamaran di lepas pantai Al-Hudaydah.
Serangan ini juga menyasar beberapa wilayah di timur dan selatan Sa’dah, termasuk Tukhiyah di Distrik Majz serta Distrik Sahar. Hingga saat ini, belum ada laporan pasti mengenai jumlah korban jiwa atau kerusakan yang ditimbulkan.
Misteri Nasib Komandan Rudal Houthi
Di tengah serangan udara yang semakin intens, muncul pertanyaan besar mengenai nasib komandan rudal Houthi. Pejabat AS mengakui bahwa mereka belum dapat memastikan apakah salah satu serangan tersebut berhasil menewaskannya. Washington masih terus mengumpulkan informasi terkait dampak serangan yang dilancarkan dalam beberapa pekan terakhir.

Di sisi lain, kelompok Houthi mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone militer AS jenis MQ-9 yang disebut tengah menjalankan “misi permusuhan” di wilayah udara Ma’rib, wilayah strategis yang terletak di tengah Yaman. Pentagon pun mengonfirmasi bahwa pihaknya mengetahui laporan terkait jatuhnya drone tersebut.
Trump Klaim Sukses Lumpuhkan Houthi
Presiden AS Donald Trump dalam pernyataannya di platform Truth Social pada Senin kemarin menyebut bahwa serangan udara AS dalam dua pekan terakhir telah menewaskan sejumlah pejuang dan pemimpin Houthi.
Amerika Serikat memang meningkatkan operasi militernya di Yaman dalam beberapa waktu terakhir, menargetkan berbagai lokasi yang dikuasai kelompok Houthi. Serangan ini dilaporkan telah menyebabkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah.
Pada 15 Maret lalu, Trump secara terbuka menyatakan bahwa ia telah memerintahkan serangan besar terhadap Houthi dan mengancam akan “melenyapkan mereka sepenuhnya.”
Sebagai respons, kelompok Houthi menegaskan bahwa ancaman Trump tidak akan menghalangi mereka dalam mendukung Gaza. Mereka pun melanjutkan serangan terhadap target di Israel serta kapal-kapal yang melintas di Laut Merah. Serangan ini bertepatan dengan agresi Israel yang kembali meningkat di Gaza sejak 18 Maret.
(Samirmusa/arrahmah.id)