JAKARTA (Arrahmah.id) – Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menyatakan tidak dapat melihat hilal yang dijadikan sebagai dasar untuk menentukan awal Ramadhan 1446 Hijriah.
Diketahui, tim falakiyah PWNU DKI Jakarta melakukan pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadhan 1446 Hijriah di Masjid Hasyim Asyari, Jakarta Barat, Jumat, 28 Februari 2025.
“Bahwa hasil pemantauan tim Falakiyah PWNU DKI Jakarta tidak melihat hilal,” kata Ketua PWNU Jakarta KH Samsul Maarif.
Samsul menambahkan PWNU Jakarta akan menyampaikan hasil pemantauan yang dilakukan hari ini kepada PBNU untuk diteruskan kepada Kementerian Agama untuk ditetapkan dalam sidang isbat.
“Kapan kita berpuasa? Tentu kita menunggu sidang isbat Kementerian Agama,” ujarnya
Ketua Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta KH Abdul Holik mengatakan, pemantauan hilal akan dilakukan pada pukul 18.12 sampai 18.32 WIB atau selama 20 menit.
“Jam 18 kurang 5 menit, kami sudah standby (siaga). Standby dalam arti kata teleskop sudah on, kemudian Theodolit (alat ukur) sudah on. Dalam waktu-waktu itulah sampai 18.12 WIB dan ditambah 20 menit ke depan. Ketika 18.32 ternyata hilal tidak terlihat, maka kami tutup,” kata Holik di Masjid KH Hasyim Asy’ari
“Dan setelah kami close, kami mengadakan konferensi pers melaporkan ke PBNU sebagai bahan rujukan masukan untuk sidang isbat di Kementerian Agama,” pungkasnya.
(ameera/arrahmah.id)