GAZA (Arrahmah.id) – Serangan udara ‘Israel’ terhadap klinik UNRWA di kamp pengungsi Jabaliya menewaskan 19 orang, termasuk sembilan anak-anak, saat militer memperluas operasinya di Gaza selatan, menyebabkan ratusan orang tewas dan terluka.
Pesawat tempur ‘Israel’ melakukan pembantaian pada Rabu (2/4/2025) ketika mereka mengebom sebuah klinik UNRWA yang menampung para pengungsi, Al-Jazeera melaporkan.
Munir Al-Bursh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, mengonfirmasi bahwa sedikitnya 19 warga Palestina, termasuk sembilan anak-anak, tewas dan beberapa warga sipil terluka.
Serangan itu membuat masyarakat terkejut, dan tingkat kerusakan sebenarnya terus terungkap.
Sejak fajar, serangan udara dan penembakan artileri ‘Israel’ di Jalur Gaza selatan dan tengah telah menewaskan 50 orang dan melukai banyak lainnya, termasuk wanita dan anak-anak.
Di antara serangan itu, pengeboman sebuah rumah di pusat Khan Yunis menewaskan 12 warga Palestina dan lainnya terluka. Di lingkungan Al-Salam, delapan orang, termasuk seorang anak, tewas dalam pengeboman ‘Israel’. Tiga warga Palestina tewas dalam serangan udara di lahan pertanian di timur laut Rafah.
Petugas ambulans telah mengambil jenazah korban dan memindahkannya ke Rumah Sakit Eropa Gaza di Khan Yunis. Perintah evakuasi telah diberlakukan kepada semua warga Rafah. Pesawat ‘Israel’ juga mengebom masjid Indonesia yang hancur di Ma’an, timur Khan Yunis.
Di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah, serangan udara ‘Israel’ menewaskan dua warga Palestina dan melukai lainnya. Serangan udara lain terhadap tenda yang menampung orang-orang terlantar di Deir al-Balah menelan korban.
Operasi Darat
Sementara itu, Menteri Pertahanan ‘Israel’ Yisrael Katz, pada Rabu (2/4) mengumumkan perluasan operasi militer di Rafah, sebelah selatan Jalur Gaza. Katz menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Gaza akan dianeksasi ke dalam zona keamanan ‘Israel’.
Ia juga menekankan evakuasi besar-besaran penduduk dari zona pertempuran, mendesak penduduk Gaza untuk melenyapkan Hamas dan membebaskan tawanan ‘Israel’, dengan mengklaim ini sebagai satu-satunya cara untuk mengakhiri perang.
Helikopter ‘Israel’ juga terus menembaki wilayah di Khan Yunis dan Rafah di Jalur Gaza selatan, sementara puluhan keluarga di Khirbet al-Adas, sebelah utara Rafah, meminta masyarakat internasional untuk melakukan evakuasi.
Radio Angkatan Darat ‘Israel’ melaporkan bahwa operasi darat yang diluncurkan di Rafah melibatkan Divisi Lapis Baja ke-36, termasuk Brigade Golani, Brigade Lapis Baja ke-188, dan batalion teknik tempur. Keluarga tawanan ‘Israel’ yang ditahan di Gaza menyatakan keprihatinan atas fokus pemerintah untuk mengirim lebih banyak tentara ke Gaza, alih-alih memprioritaskan pembebasan tawanan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tawanan untuk mengakhiri perang.
Keluarga mengkritik pemerintah yang mengabaikan kekhawatiran mereka dan meminta klarifikasi tentang bagaimana operasi militer ini sejalan dengan tujuan untuk memulangkan tawanan dengan selamat. (zarahamala/arrahmah.id)