YERUSLEM (Arrahmah.id) – Tindakan provokatif yang dilakukan oleh Menteri “Israel” Ben Gvir dengan menyerang halaman Masjid Al-Aqsha pagi ini, 2 April 2025, menandai sebuah eskalasi berbahaya dalam perang genosida yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah teroris yang dipimpin oleh penjahat perang Netanyahu untuk mengubah identitas Masjid Al-Aqsha dan memaksakan fakta baru di kota suci tersebut.
Dalam pernyataan resmi, Hamas mengecam keras serangan ini dan menyerukan kepada rakyat Palestina, khususnya pemuda-pemuda revolusioner di Tepi Barat, untuk meningkatkan perlawanan terhadap musuh yang angkuh ini di semua lokasi. “Kita harus membela tanah air dan tempat-tempat suci kita, terutama Masjid Al-Aqsha yang mulia,” tegas mereka.
Selain itu, Hamas juga meminta Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam untuk mengambil tindakan yang efektif di semua level guna menghentikan pelanggaran sistematis terhadap Masjid Al-Aqsha, yang merupakan kiblat pertama umat Muslim dan salah satu dari tiga masjid suci. “Langkah-langkah mendesak harus diambil untuk memaksa penjajah kejam menghentikan kejahatan mereka terhadap rakyat Palestina dan tempat-tempat suci Islam dan Kristen kita,” tambah pernyataan tersebut.
Serangan ini menambah daftar panjang provokasi yang dilakukan oleh pemerintah “Israel” terhadap rakyat Palestina dan tempat-tempat suci mereka. Komunitas internasional diharapkan dapat berperan aktif dalam menghentikan pelanggaran ini dan mendukung keadilan bagi rakyat Palestina.
(Samirmusa/arrahmah.id)