TEL AVIV (Arrahmah.id) – Surat kabar Maariv melaporkan bahwa Mahkamah Agung “Israel” menolak petisi yang diajukan terhadap keputusan pemecatan Kepala Dinas Keamanan Dalam Negeri (Shin Bet), Ronen Bar, serta menegaskan bahwa pemerintah memiliki kewenangan penuh dalam mengambil keputusan tersebut.
Pemerintah “Israel” dijadwalkan menggelar pertemuan malam ini untuk secara resmi mengesahkan keputusan pemecatan Ronen Bar. Sementara itu, diperkirakan aksi demonstrasi di Yerusalem akan kembali terjadi hari ini sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan tersebut.
Kemarin, bentrokan terjadi antara para demonstran dan pasukan polisi “Israel”. Beberapa aksi unjuk rasa dibubarkan secara paksa di beberapa lokasi, sementara sejumlah demonstran ditangkap dalam aksi tersebut.
Sementara itu, saluran televisi Channel 12 “Israel” melaporkan bahwa pemerintah akan mengadakan pertemuan hari ini untuk membahas pemecatan Kepala Shin Bet. Namun, rapat kabinet yang seharusnya membahas isu-isu lain telah ditunda hingga hari Sabtu mendatang.
Di tengah situasi yang memanas, mantan Menteri Pertahanan “Israel”, Moshe Ya’alon, menyatakan bahwa rakyat “Israel” harus mengganti pemerintahan Benjamin Netanyahu. Ia menegaskan bahwa aksi protes dan turun ke jalan akan terjadi sebagai bagian dari upaya perubahan politik.
(Samirmusa/arrahmah.id)