TEPI BARAT (Arrahmah.id) – ‘Israel’ berencana membangun jalan di Tepi Barat yang diduduki dengan meniru koridor Netzarim yang terkenal di Gaza, media Ibrani melaporkan pada Senin (24/2/2025).
Menurut Channel 14 ‘Israel’, “tentara dan badan keamanan berupaya membuat jalan yang mirip dengan Koridor Netzarim, meskipun lebih sempit, di Jenin dan Tulkarem.”
“Jalan-jalan tersebut bertujuan untuk mencegah militan menanam bahan peledak dan menyediakan rute cepat bagi pasukan,” tambah Channel 14. Koridor Netzarim – yang ditinggalkan pasukan ‘Israel’ selama gencatan senjata Gaza yang rapuh – dibangun untuk membelah jalur tersebut menjadi dua dan mencegah kembalinya para pengungsi ke wilayah utara.
Kejahatan perang brutal dilakukan oleh pasukan ‘Israel’ di Netzarim, termasuk eksekusi warga sipil tak bersenjata.
Laporan Channel 14 muncul saat ‘Israel’ mengintensifkan operasi militer besar-besaran terhadap beberapa kota Tepi Barat, yang dimulai bulan lalu.
Tank-tank ‘Israel’ memasuki kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat yang diduduki pada Ahad (23/2) untuk pertama kalinya sejak Intifada Kedua pada 2002.
Kota Jenin dan Tulkarem telah dikepung total sejak bulan lalu sebagai bagian dari kampanye yang membabi buta dan mematikan terhadap perlawanan Palestina, yang telah meluas hingga mencakup kota-kota lain, termasuk Nablus. Serangan tersebut telah menimbulkan korban yang sangat besar bagi warga sipil dan infrastruktur sipil.
Serangan ‘Israel’ di wilayah Tepi Barat yang diduduki semakin menyerupai perang genosida ‘Israel’ di Gaza. Pasukan ‘Israel’ menggunakan banyak taktik yang sama untuk membuat lingkungan tidak layak huni dan menimbulkan rasa takut pada warga sipil Palestina.
Ratusan rumah telah rata dengan tanah, dan puluhan ribu orang telah mengungsi. Jumlahnya terus bertambah, dan warga Palestina terusir dari rumah mereka hingga kini. Bangunan-bangunan yang tidak hancur telah diambil alih oleh pasukan dan diubah menjadi lokasi militer.
Lebih dari 55 orang telah dibunuh oleh pasukan pendudukan ‘Israel’ sejak bulan lalu.
Tentara ‘Israel’ baru-baru ini memperluas cakupan perintah “tembak-menembak” di wilayah Tepi Barat yang diduduki, yang telah mengizinkan penembakan dan pembunuhan terhadap warga Palestina yang tidak bersenjata terlepas dari apakah mereka tersangka atau bukan, menurut surat kabar Haaretz.
Tentara ‘Israel’ juga menggunakan warga sipil untuk mencari bahan peledak yang ditanam oleh kelompok perlawanan Palestina di gedung-gedung – mirip dengan apa yang dilakukan di Gaza.
Saat operasi Tepi Barat yang diduduki memburuk, perlawanan Palestina terus bergerak di seluruh kamp pengungsian di wilayah tersebut, mengumumkan operasi harian melawan pasukan ‘Israel’.
“Pejuang kami di Brigade Al-Sila al-Harithiya meledakkan alat peledak berbasis darat KJ37 yang sangat eksplosif, yang telah dipersiapkan sebelumnya, saat patroli militer di pintu masuk Al-Sila al-Harithiya, dan mengakibatkan korban luka-luka,” kata Brigade Jenin dari Brigade Quds gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) pada Senin (24/2). (zarahamala/arrahmah.id)