LONDON (Arrahmah.id) – Jerman, Prancis, dan Inggris menyerukan penghentian segera serangan “Israel” di Gaza serta mendesak agar bantuan kemanusiaan dapat segera masuk ke wilayah yang terkepung.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis Jumat malam, para Menteri Luar Negeri ketiga negara itu menyatakan, “Kami menyerukan kepada ‘Israel’ untuk kembali mengaktifkan bantuan kemanusiaan, termasuk air dan listrik, serta memastikan layanan medis dan evakuasi darurat sesuai hukum kemanusiaan internasional.”
Serangan Mematikan dan Tuntutan Gencatan Senjata
Dilansir dari Al Jazeera, serangan terbaru “Israel” di Gaza telah menyebabkan ratusan korban jiwa dalam beberapa hari terakhir. Para menteri luar negeri menyebut serangan ini sebagai “langkah tragis yang semakin memperburuk penderitaan rakyat Palestina.”
Pernyataan ini muncul setelah Menteri Pertahanan “Israel”, Yisrael Katz, mengancam akan mencaplok sebagian wilayah Gaza jika Hamas tidak membebaskan sandera yang masih ditahan.
Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, bersama rekannya dari Prancis, Jean-Noël Barrot, dan Inggris, David Lammy, meminta semua pihak untuk kembali ke meja perundingan guna mencapai gencatan senjata permanen.
Tekanan Internasional terhadap “Israel”
Di New York, anggota Dewan Keamanan PBB juga mengutuk pelanggaran gencatan senjata di Gaza. Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Sigrid Kaag, menegaskan bahwa Sekretaris Jenderal PBB menolak segala bentuk pemindahan paksa warga dari wilayah pendudukan Palestina.
Sementara itu, serangan “Israel” terhadap kantor PBB di Gaza yang menewaskan seorang staf turut mendapat kecaman. Ketiga negara Eropa menuntut penyelidikan atas insiden tersebut serta mendesak “Israel” untuk menghormati hukum internasional dan memastikan aliran bantuan kemanusiaan ke Gaza.
“Israel” kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Gaza pada Selasa dini hari setelah dua bulan gencatan senjata yang disepakati pada 19 Januari lalu. Blokade terhadap Gaza semakin diperketat, memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
(Samirmusa/arrahmah.id)