GAZA (Arrahmah.id) – Pendudukan ‘Israel’ telah menangguhkan pembebasan 46 tahanan perempuan dan anak-anak, yang akan dibebaskan pada Kamis pagi (27/2/2025) sebagai bagian dari gelombang ketujuh dalam fase pertama perjanjian gencatan senjata Gaza.
Menurut Al-Jazeera, pembebasan para tahanan ini ditunda sampai pendudukan ‘Israel’ mengkonfirmasi identitas jenazah empat tawanan ‘Israel’ yang diserahkan oleh Brigade Al-Qassam.
Kamis dini hari (27/2), ‘Israel’ membebaskan ratusan tahanan Palestina yang tersebar di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem, sebagai imbalan atas penyerahan jenazah empat tawanan ‘Israel’ oleh Brigade Qassam kepada Palang Merah.
Peti mati keempat jenazah diangkut ke Institut Kedokteran Forensik di lingkungan Abu Kabir, Tel Aviv untuk diidentifikasi.
Kantor Perdana Menteri ‘Israel’ mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut kini telah tiba di ‘Israel’, dengan tes awal dilakukan di penyeberangan dan pemeriksaan lebih lanjut sedang dilakukan di Institut Kedokteran Forensik untuk menentukan identitas dan penyebab kematian.
Perlawanan Palestina di Jalur Gaza menyerahkan jenazah empat tawanan ‘Israel’ kepada Palang Merah Internasional, yang kemudian memindahkan mereka ke pihak ‘Israel’ di Penyeberangan Kerem Abu Salem pada Kamis pagi (27/2).
Bersamaan dengan itu, resepsi publik diadakan di pusat kota Ramallah untuk gelombang pertama tahanan Palestina yang dibebaskan, sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran ketujuh.
Sementara itu, Otoritas Penyiaran ‘Israel’ (KAN) melaporkan bahwa ada pembicaraan antara Amerika Serikat dan ’Israel’ untuk memperpanjang tahap pertama perjanjian gencatan senjata selama beberapa pekan lagi.
Penyerahan jenazah empat tahanan ‘Israel’ di Khan Younis, Gaza selatan, berlangsung tanpa upacara dan jauh dari media.
Abu Ubaida, juru bicara Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, telah mengumumkan pada Rabu (26/2) bahwa telah diputuskan untuk menyerahkan keempat jenazah tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)