DAMASKUS (Arrahmah.id) — Pesawat tempur Israel menjatuhkan selebaran informasi di kota Koya di provinsi Daraa, Suriah selatan pada hari Kamis (3/4/2025), memperingatkan tentang keberadaan “orang-orang bersenjata” di daerah tersebut. Peringatan ini juga sekaligus mengancam warga afar tidak ikut serta mengangkat senjata melawan Israel yang sudah membom mereka.
Menurut para saksi, seperti dilansir Anadolu Agency (3/4), selebaran tersebut memberi informasi bahwa orang-orang bersenjata di kota tersebut sedang menyeberang jalan menuju Lembah Yarmouk yang memisahkan kedua belah pihak.
Sebuah peta dilampirkan pada selebaran yang menunjukkan daerah yang dicakup oleh peringatan Israel.
Tidak ada komentar langsung dari Suriah tentang peringatan Israel tersebut.
Sebelumnya, pesawat tempur Israel melancarkan serangkaian serangan udara yang menargetkan beberapa lokasi di ibu kota Damaskus dan provinsi-provinsi barat Hama dan Homs pada hari Rabu.
Militer Israel mengklaim serangan tersebut mengenai “kemampuan militer yang tersisa” di pangkalan udara Hama dan pangkalan T4 di Homs, bersama dengan infrastruktur militer lainnya di Damaskus.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa serangan udara yang terjadi pada Rabu malam adalah “pesan yang jelas dan peringatan untuk masa depan, kami tidak akan membiarkan bahaya apa pun terhadap keamanan Negara Israel.”
Tentara Israel juga melancarkan serangan darat di Daraa di Suriah selatan, yang menewaskan sedikitnya sembilan orang, menurut otoritas setempat.
Minggu lalu, serangan udara Israel di Koya menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai beberapa lainnya.
Setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada bulan Desember, Israel memperluas pendudukannya di Dataran Tinggi Golan Suriah dengan merebut zona penyangga demiliterisasi, sebuah tindakan yang melanggar perjanjian pelepasan dengan Suriah tahun 1974.
Israel juga memanfaatkan jatuhnya rezim tersebut untuk melancarkan ratusan serangan yang menargetkan lokasi dan aset militer di seluruh Suriah, termasuk jet tempur, sistem rudal, dan instalasi pertahanan udara, menurut laporan. (hanoum/arrahmah.id)