YERUSALEM (Arrahmah.com) – Sejumlah kelompok hak asasi manusia kemarin (1/4/2020) meluncurkan petisi yang menyerukan ‘Israel’ untuk membebaskan tahanan Palestina yang sakit, Quds Net News melaporkan.
Klub Tahanan Palestina dan Pusat Pertahanan Kebebasan dan Hak Sipil (Hurryyat) adalah di antara mereka yang menyerukan pembebasan lebih dari 1.000 tahanan, termasuk wanita, anak perempuan, anak-anak, dan orang sakit.
Menurut kelompok-kelompok itu, petisi diluncurkan setelah memburuknya situasi di dalam penjara ‘Israel’ setelah mewabahnya coronavirus.
Hingga 5.000 tahanan Palestina ditahan oleh ‘Israel’ dalam kondisi yang mengerikan karena sel mereka tidak memiliki akses ke peralatan kebersihan dasar yang dapat mencegah tersebarnya virus mematikan tersebut.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia melaporkan bahwa beberapa penjaga penjara ‘Israel’ telah terinfeksi virus corona. Pembatasan dalam mengakses tahanan Palestina dapat berarti bahwa kelompok-kelompok hak asasi manusia tidak akan sadar jika mereka juga terkena virus mematikan itu, organisasi itu memperingatkan.
Noureddine Sarsour, seorang warga Palestina dari Ramallah yang dibebaskan pada Selasa (31/2) dari penjara ‘Israel’, dinyatakan positif terkena virus corona. (Althaf/arrahmah.com)