YERUSALEM (Arrahmah.id) – Bulan Sabit Merah Palestina di Yerusalem menerima tahanan Palestina Kazem Zawahra pada Kamis pagi (27/2/2025), sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan antara Hamas dan ‘Israel’.
Dalam pernyataan singkat, organisasi tersebut mengonfirmasi bahwa krunya memindahkan tahanan yang terluka, yang telah koma selama berbulan-bulan, dari Hadassah Ein Kerem ‘Israel’ ke Rumah Sakit Al-Hussein di Beit Jala, Bethlehem, di Tepi Barat selatan.
Zawahra, yang terluka kritis, sebelumnya telah dijadwalkan untuk dibebaskan tetapi pertukaran itu ditunda Sabtu lalu ketika pendudukan ‘Israel’ menunda gelombang ketujuh dari fase pertama perjanjian gencatan senjata.
Zawahra terluka pada 22 Februari 2024, sementara saudaranya Muhammad terbunuh, bersama dengan Ahmed al-Wahsh, setelah ditembak oleh pasukan pendudukan ‘Israel’ di pos pemeriksaan militer Al-Zaim dekat Yerusalem yang diduduki.
Otoritas Urusan Tahanan dan Klub Tahanan Palestina sebelumnya telah menyatakan bahwa Zawahra, dari Betlehem, masih dalam kondisi parah dan bergantung pada ventilator.
Sebagai bagian dari kesepakatan itu, ‘Israel’ membebaskan 42 tahanan Palestina ke Tepi Barat dan Yerusalem.
Sebanyak 620 tahanan diperkirakan akan dibebaskan dalam gelombang ketujuh perjanjian pertukaran antara kelompok perlawanan dan Israel berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Gaza.
Antara 7 Oktober 2023 dan 19 Januari 2025, pendudukan ‘Israel’, dengan dukungan AS, melakukan apa yang banyak orang pandang sebagai kampanye genosida di Gaza, yang menyebabkan lebih dari 160.000 warga Palestina tewas atau terluka, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, dan lebih dari 14.000 orang hilang. (zarahamala/arrahmah.id)