SANA’A (Arrahmah.id) – Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengumumkan serangan menggunakan rudal jelajah dan drone yang menargetkan kapal perang di Laut Merah, termasuk kapal induk Amerika Truman. Pengumuman ini datang setelah serangan udara Amerika yang menewaskan 7 orang di Hodeidah.
Saree menyatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu: “Kami menargetkan kapal perang musuh di Laut Merah dengan rudal dan drone, dan kami menyerang kapal induk Amerika Truman dengan rudal jelajah dalam pertempuran yang masih berlangsung hingga kini.” Ia mengonfirmasi bahwa ini adalah pertempuran ketiga dengan kapal induk tersebut dalam 24 jam terakhir.
Juru bicara militer tersebut menambahkan bahwa operasi ini akan “terus meningkat terhadap musuh Amerika dengan menargetkan kapal perangnya.” Ia juga menjelaskan bahwa operasi “terhadap musuh Israel bertujuan untuk menghentikan genosida terhadap rakyat Palestina, dan tidak akan berhenti hingga agresi terhadap Gaza dihentikan dan blokade dibuka.”
Sebelumnya pada hari Selasa, kelompok Houthi mengumumkan bahwa 7 orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan udara Amerika yang menghantam proyek dan bangunan air di distrik Al-Mansuriyah di Hodeidah, di barat Yaman. Serangan tersebut merupakan bagian dari serangkaian serangan udara Amerika pada malam hari yang juga menargetkan provinsi Saada (utara) dan Hajja (barat laut), menurut saluran Al-Masirah yang dikelola oleh Houthi.
Pada 15 Maret lalu, Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan militer AS untuk melancarkan “serangan besar” terhadap Houthi di Yaman, dan mengancam akan “menghancurkan Houthi sepenuhnya.”
Hingga Selasa malam, kantor berita Anadolu melaporkan ratusan serangan udara Amerika di Yaman yang menewaskan 65 warga sipil dan melukai 152 lainnya, termasuk wanita dan anak-anak.
(Samirmusa/arrahmah.id)