JENIN (Arrahmah.id) – Pasukan pendudukan ‘Israel’ telah meledakkan puluhan rumah di kamp pengungsi Jenin saat invasi tentara ke daerah itu memasuki hari ketujuh.
Mohammad Jarrar, walikota Jenin, mengatakan pada Ahad (26/1/2025) bahwa sekitar 15.000 orang terpaksa meninggalkan rumah dan daerah mereka di kamp karena serangan ‘Israel’, kantor berita Anadolu melaporkan.
Ia menambahkan bahwa menurut perkiraan awal, tentara Israel telah menghancurkan sekitar 30 hingga 40 rumah di Jenin, selain ratusan rumah lainnya yang rusak sebagian.
“Tentara ‘Israel’ menghancurkan jalan-jalan dan infrastruktur, membuat jalur bagi kendaraan mereka melalui puing-puing rumah Palestina yang dihancurkan,” kata Jarrar.
Israeli army has so far demolished nearly 40 Palestinian homes in Jenin refugee camp in its ongoing military operation in the northern West Bank city ⤵️
➡️ Israeli forces have killed at least 16 people and injured 50 others in Jenin since last week https://t.co/m8BBm9Nofd pic.twitter.com/8XJShzU5xn
— Anadolu English (@anadoluagency) January 27, 2025
Pasukan Perlawanan
Saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa tentara masih menutup kamp pengungsian dari segala arah, dan bentrokan antara pasukan ‘Israel’ dan pejuang Palestina disertai suara ledakan dilaporkan.
Batalyon Jenin dari Brigade Al-Quds mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para pejuangnya telah “berhasil meledakkan alat peledak darat jenis KJ37 di sepanjang jalur kendaraan militer di poros Sinema, dan berhasil mengenai sasaran.”
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa para pejuangnya, bersama dengan rekan-rekan mereka di Brigade Al-Qassam dan Pemuda Pembalasan dan Pembebasan, “terus menghadapi pasukan musuh di garis depan.”
Pemberitahuan Pembongkaran
Pasukan pendudukan ‘Israel’ pada Senin malam (27/1) menyampaikan pemberitahuan pembongkaran terhadap rumah keluarga warga Palestina yang terbunuh, Nidal Amer, di Kamp Pengungsi Jenin, kantor berita resmi Palestina WAFA melaporkan.
Pemberitahuan yang disampaikan secara tertulis itu mengancam akan menghancurkan rumah bertingkat milik keluarga itu dan merupakan bagian dari serangan yang sedang berlangsung di Jenin. Amer tewas pada 3 Juli 2024 oleh unit khusus tentara ‘Israel’, lapor WAFA, seraya menambahkan bahwa ia ditembak dari jarak dekat di kawasan industri Jenin.
Tentara ‘Israel’ melancarkan operasi militer yang dijuluki Operasi Tembok Besi Selasa lalu (21/1) dan sejak itu telah menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai 50 lainnya, menurut angka Palestina yang dikutip oleh kantor berita tersebut.
Beberapa Ditahan
Pasukan pendudukan ‘Israel’ menahan sekitar 20 warga Palestina, termasuk empat anak-anak, selama serangan di kota Beit Ummar, utara Hebron (Al-Khalil) pada Senin (27/1).
A citizen from Jenin writes:
"By Allah, brothers, the situation here is terrible and very difficult.
The bulldozers have destroyed the town, and the sound of explosions and demolitions doesn't stop.
There are people who haven't left their homes for days and can't even go to the… pic.twitter.com/esxQi8il3x— Eye on Palestine (@EyeonPalestine) January 27, 2025
Mereka juga menahan tujuh warga Palestina, termasuk seorang mahasiswi, dari kota Beit Awwa, barat daya Hebron, lapor WAFA.
Ketegangan meningkat di Tepi Barat yang diduduki sejak agresi ‘Israel’ di Gaza dimulai pada Oktober 2023, dengan sedikitnya 876 warga Palestina tewas dan lebih dari 6.700 terluka oleh pasukan Israel di wilayah yang diduduki, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, lapor Anadolu. (zarahamala/arrahmah.id)