GAZA (Arrahmah.id) – Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan bahwa pihaknya berhasil memaksakan pembebasan para tahanan Palestina yang ditahan di penjara “Israel” sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tawanan dan gencatan senjata.
Dilansir dari pernyataan resmi Hamas yang dirilis pada 27 Februari 2025, kelompok tersebut menegaskan bahwa pelepasan jenazah tawanan dari pihak musuh dilakukan secara paralel dengan pembebasan tahanan Palestina untuk mencegah “Israel” menghindari kewajiban dalam perjanjian.
Hamas juga menyatakan bahwa upaya penjajah untuk menghalangi pembebasan tahanan Palestina telah gagal. “Israel” tidak punya pilihan lain selain memulai negosiasi tahap kedua.
Lebih lanjut, Hamas menegaskan bahwa satu-satunya cara bagi “Israel” untuk mendapatkan kembali tawanan mereka di Gaza adalah dengan bernegosiasi dan mematuhi kesepakatan yang telah disetujui.
Hamas memperingatkan bahwa setiap upaya Netanyahu dan pemerintahannya untuk menghambat atau mundur dari perjanjian hanya akan memperburuk penderitaan para tawanan dan keluarga mereka.
(Sanirmusa/arrahmah.id)