GAZA (Arrahmah.id) – Hamas menuding ‘Israel’ memblokir proposal gencatan senjata yang diajukan oleh negara-negara yang mencoba menengahi diakhirinya perang Gaza.
Kelompok Palestina telah menyetujui kerangka kerja yang disusun oleh Qatar dan Mesir untuk kembali ke gencatan senjata, dan menyerukan tekanan internasional terhadap ‘Israel’ untuk melakukan hal yang sama, dua pejabat dari gerakan tersebut mengatakan kepada AFP pada Rabu (2/4/2025).
Sebaliknya, ‘Israel’ telah mengajukan usulan tandingan, yang telah ditolak oleh Hamas.
“Hamas telah memutuskan untuk tidak menindaklanjuti proposal terbaru ‘Israel’ yang disampaikan melalui para mediator,” kata salah seorang pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim.
Mereka menuduh ‘Israel’ “memblokir proposal dari Mesir dan Qatar dan mencoba menggagalkan kesepakatan apa pun”.
Pejabat kedua meminta “para mediator dan komunitas internasional untuk memaksa [‘Israel’] berkomitmen terhadap proposal para mediator”.
‘Israel’ menghancurkan dua bulan ketenangan relatif pada Maret ketika menolak untuk mematuhi ketentuan gencatan senjata Januari dan melanjutkan serangannya ke Gaza, dengan mengklaim bahwa tawanan ‘Israel’ yang ditahan Hamas hanya akan dibebaskan melalui tindakan militer.
Mesir, Qatar dan Amerika Serikat berupaya menengahi gencatan senjata baru dan mengamankan pembebasan tawanan ‘Israel’ yang tersisa.
Seorang pejabat senior Hamas mengatakan pada Sabtu (29/3) bahwa kelompok itu telah menyetujui usulan gencatan senjata baru, sementara kantor Netanyahu mengatakan ‘Israel’ telah mengajukan tawaran balasan. Rinciannya masih dirahasiakan.
Menurut salah satu pejabat Hamas, usulan Mesir-Qatar mencakup gencatan senjata selama 50 hari di mana Hamas akan membebaskan lima tentara ‘Israel’, termasuk satu orang yang memegang kewarganegaraan AS, sebagai imbalan atas pembebasan 250 warga Palestina yang dipenjara oleh ‘Israel’, termasuk 150 orang yang menjalani hukuman seumur hidup.
‘Israel’ juga akan membebaskan 2.000 warga Palestina yang ditangkap oleh tentara ‘Israel’ di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Sumber yang sama mengatakan usulan yang diterima Hamas pada Sabtu juga mencakup penarikan tentara ‘Israel’ dari wilayah Gaza tempat mereka ditempatkan kembali sejak 18 Maret, dan masuknya bantuan kemanusiaan.
Tahap pertama gencatan senjata, yang dimulai pada 19 Januari, menghasilkan pemulangan 33 tawanan ‘Israel’, delapan di antaranya tewas, sebagai imbalan atas pembebasan sekitar 1.800 tahanan Palestina.
Dari 251 tahanan yang ditangkap selama serangan 7 Oktober, 58 masih berada di Gaza, 34 di antaranya tewas, menurut tentara ‘Israel’. (zarahamala/arrahmah.id)