SINGAPURA (Arrahmah.id) — Singapura kini digegerkan dengan kemunculan kelompok supremasi Asia Timur. Seorang remaja Singapura bahkan ditangkap karena diduga berencana membunuh puluhan umat Muslim, yang rata-rata beretnis Melayu, di luar beberapa masjid negeri itu.
Dilansir The Straits Times (3/4/2025), remaja itu disebut telah mengidentifikasi lima masjid di Jurong West, Clementi, Margaret Drive, Admiralty Road, dan Beach Road sebagai target potensial pada Juni 2024.
Dia berencana membunuh sedikitnya 100 muslim saat mereka pulang salat Jumat, lalu bunuh diri. Namun rencananya digagalkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri Singapura (ISD) dan perintah penahanan berdasarkan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri (ISA) dikeluarkan terhadapnya pada Maret 2025.
ISD mengatakan remaja yang tak disebutkan namanya itu menganggap penganut supremasi kulit putih Brenton Tarrant, yang pada tahun 2019 telah membunuh jamaah di masjid-masjid di Selandia Baru, sebagai pahlawan. Ia telah “mengidentifikasi dirinya sebagai kelompok Supremasi Asia Timur dan telah memutuskan lima masjid di seluruh Singapura untuk serangannya setelah shalat Jumat.
“Anak laki-laki ini ingin membunuh sedikitnya 100 Muslim, agar ia dapat membunuh lebih banyak Muslim daripada yang dibunuh Tarrant. Ia juga ingin menyiarkan langsung serangannya,” kata Menteri Dalam Negeri K Shanmugam kepada wartawan.
“Ketika ia ditangkap… ia telah melakukan sejumlah upaya untuk mendapatkan senjata. Ia mengatakan kepada ISD secara terbuka jika ia mendapatkan senjata, ia akan melakukan serangannya,” tambahnya seraya menyebut remaja tersebut telah melakukan kontak daring dengan Nick Lee yang berusia 18 tahun, yang ditahan pada bulan Desember karena memiliki rencana serupa. (hanoum/arrahmah.id)