WASHINGTON (Arrahmah.id) – Presiden AS Donald Trump “sepenuhnya mendukung” dimulainya kembali perang genosida ‘Israel’ di Gaza, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan pada Kamis (20/3/2025). Sejak Selasa pagi (18/3), serangan ‘Israel’ telah menewaskan lebih dari 700 warga sipil Palestina, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.
“Dia sepenuhnya mendukung ‘Israel’ dan IDF serta tindakan yang telah mereka ambil dalam beberapa hari terakhir,” kata Leavitt kepada wartawan saat ditanya apakah Trump berusaha mengembalikan gencatan senjata Gaza ke jalurnya.
“Presiden menjelaskan dengan sangat jelas kepada Hamas bahwa jika mereka tidak membebaskan semua sandera, akan ada banyak hal buruk yang harus dibayar, dan sayangnya, Hamas memilih untuk mempermainkan kehidupan di media.”
Leavitt mengklaim situasi ini “sepenuhnya merupakan kesalahan Hamas” atas operasi mereka pada 7 Oktober 2023 di ‘Israel’, seraya menambahkan bahwa Trump ingin “semua sandera tersebut” dibebaskan.
Sejak Selasa pagi (18/3), serangan udara ‘Israel’ telah menewaskan lebih dari 700 warga Palestina dan melukai ratusan lainnya. Serangan ‘Israel’ tersebut menandai gagalnya kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang telah dimulai pada 19 Januari 2025. Tahap pertama berakhir pada 1 Maret 2025, tetapi Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu menolak untuk melanjutkan tahap kedua.
Netanyahu, yang dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional, berusaha membebaskan lebih banyak tawanan ‘Israel’ tanpa memenuhi komitmen ‘Israel’, termasuk mengakhiri perang dan menarik diri dari Gaza. Hamas bersikeras untuk melaksanakan perjanjian penuh.
Sejak 7 Oktober 2023, operasi militer ‘Israel’ yang didukung oleh Amerika Serikat telah menewaskan dan melukai lebih dari 161.000 warga Palestina, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Lebih dari 14.000 orang masih hilang di bawah reruntuhan. (zarahamala/arrahmah.id)