GAZA (Arrahmah.id) – Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyerukan dunia untuk bangkit melawan agresi brutal “Israel” yang kembali menggempur Gaza di tengah bulan suci Ramadhan. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa (18/3), Hamas menegaskan bahwa kebrutalan “Israel” merupakan pengkhianatan terhadap perjanjian gencatan senjata dan penghinaan terhadap hukum internasional.
“Di bulan suci Ramadhan ini, ‘Israel’ kembali menunjukkan kebiadabannya dengan membantai rakyat Palestina dan mengabaikan hukum internasional,” tegas Hamas dalam pernyataannya.
Hamas Serukan Tekanan Global terhadap “Israel” dan AS
Hamas menyerukan seluruh dunia untuk bertindak dan menekan “Israel” serta pemerintah AS yang terus mendukung agresi ini melalui langkah-langkah berikut:
- Aksi demonstrasi besar-besaran di berbagai kota dan ibu kota dunia untuk menolak agresi “Israel” serta mengecam dukungan penuh AS terhadap perang ini.
- Pengepungan dan blokade kedutaan “Israel” dan AS sebagai bentuk protes terhadap kejahatan perang yang terus berlangsung di Gaza.
- Pengibaran bendera Palestina serta penggalangan dukungan global guna menuntut hak-hak sah rakyat Palestina, penghentian blokade yang tidak manusiawi, dan kemerdekaan penuh.
“Israel” Dituntut Akhiri Genosida!
Hamas menegaskan bahwa lebih dari dua juta rakyat Palestina di Gaza menjadi sasaran perang pemusnahan oleh Netanyahu dan pemerintah ekstremisnya. Oleh karena itu, gerakan perlawanan ini menuntut dunia untuk segera menghentikan kebrutalan “Israel” yang telah mengabaikan seluruh konvensi internasional dan prinsip kemanusiaan.
“Saatnya dunia bersatu melawan agresi ‘Israel’! Kita harus menghentikan arogansi Netanyahu dan kejahatan perang yang mereka lakukan terhadap rakyat Palestina,” seru Hamas dalam pernyataan resminya.
Apakah dunia akan tinggal diam atau bergerak melawan kejahatan ini? Revolusi solidaritas global telah dimulai!
(Samirmusa/arrahmah.id)