KABUL (Arrahmah.id) – Fasihuddin Fitrat, kepala staf Kementerian Pertahanan, mengkritik apa yang ia sebut sebagai propaganda negatif terhadap pemerintah Afghanistan selama upacara kelulusan divisi pasukan khusus.
Fitrat mengatakan bahwa masyarakat internasional harus memahami bahwa Imarah Islam tetap siap, seperti di masa lalu, untuk membela rakyat Afghanistan dan melestarikan sistem Islam di negara tersebut.
Kepala staf Kementerian Pertahanan menyatakan: “Hari ini, kami menganggapnya sebagai tugas kami untuk mempertahankan sistem Islam ini dan untuk menjaga stabilitas dan keamanan nasional yang telah dibangun di Afghanistan.”
Fasihuddin Fitrat juga menyebutkan dalam program tersebut bahwa pembentukan tentara Islam tidak dimaksudkan untuk berperang dengan negara tetangga atau negara lain, melainkan untuk melindungi perbatasan dan nilai-nilai Islam, lansir Tolo News (21/3/2025).
Lebih lanjut ia mengatakan: “Tujuan mendasar dan utama dari tentara Islam dan nasional kita adalah untuk menjaga stabilitas, keamanan, dan sistem Islam.”
Pejabat pertahanan ini menggambarkan situasi keamanan saat ini di negara itu sebagai baik dan menekankan perlunya melengkapi dan mempersiapkan pasukan keamanan lebih lanjut untuk mempertahankan keamanan yang ada.
Mengenai persiapan pasukan keamanan, beliau menyatakan: “Sebagaimana kita memberikan perhatian serius untuk mempersiapkan para Mujahidin melawan orang-orang kafir dan penjajah selama periode Jihad, hari ini, kita juga perlu mempertimbangkan untuk mempersiapkan para Mujahidin dalam tugas kita untuk menjaga stabilitas dan keamanan.”
Sebelumnya, kepala staf Kementerian Pertahanan juga telah berbicara tentang memastikan keamanan nasional dalam sebuah program di Kabul dan menyatakan bahwa warlordisme telah dihapuskan di negara itu. (haninmazaya/arrahmah.id)