ANKARA (Arrahmah.id) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa pihak-pihak yang tidak menghentikan perang, genosida, dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh “Israel” akan “dihisab di hadapan sejarah dan hati nurani umat manusia, cepat atau lambat.”
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidatonya pada Kamis, 21 Maret 2025, saat menghadiri acara buka puasa di markas Partai Keadilan dan Pembangunan di ibu kota Ankara, yang dihadiri oleh sejumlah mantan anggota parlemen.
Erdogan menegaskan bahwa “mereka yang membunuh anak-anak dengan bersandar pada kekuatan yang mereka andalkan, atas izin Allah, akan tenggelam dalam darah para korban yang mereka tumpahkan.”
Ia kembali menegaskan bahwa Turki akan terus berdiri di sisi saudara-saudaranya di Palestina dan “akan berada di sisi yang benar dalam sejarah.”
Ia juga menekankan bahwa Turki akan mendukung rakyat Palestina yang tertindas di Jalur Gaza dengan segala kekuatannya.
Erdogan menuduh bahwa “pemerintah ‘Israel’ yang berhaluan Zionis telah melanggar gencatan senjata dan terus melanjutkan kebijakan pembantaian serta genosida di Gaza dengan segala kebrutalannya, bahkan selama hari-hari suci di mana dunia Islam merasakan suasana spiritual Ramadan.”
Ia melanjutkan, “Lebih dari 500 warga Palestina, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah gugur dalam serangan terbaru yang dilakukan oleh gerombolan barbar yang dibutakan oleh darah dan kebencian ini.”
Erdogan juga menambahkan bahwa bom-bom yang dijatuhkan ke warga sipil di Gaza selama bulan Ramadan, terutama saat waktu sahur, telah membuat banyak orang tua kehilangan anak-anak mereka dan banyak anak menjadi yatim piatu.
Ia berharap agar bulan Ramadan yang diberkahi ini “menjadi jalan bagi keselamatan seluruh masyarakat yang tertindas di seluruh dunia, yang dengan keberanian, kesabaran, dan kekuatan mereka melawan ketidakadilan dan tirani, serta berjuang demi kehidupan dan martabat.”
Sejak dimulainya kembali serangan genosida “Israel” di Gaza pada Selasa dini hari, 19 Maret 2025, hingga Kamis malam, 21 Maret 2025, “Israel” telah membunuh 591 warga Palestina dan melukai 1.042 lainnya, mayoritas perempuan dan anak-anak, menurut angka resmi di Gaza.
Dengan dukungan Amerika Serikat, “Israel” telah melakukan genosida di Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang mengakibatkan lebih dari 162 ribu warga Palestina gugur atau terluka, mayoritas adalah anak-anak dan perempuan, serta lebih dari 14 ribu orang dinyatakan hilang.
(Samirmusa/arrahmah.id)