WASHINGTON (Arrahmah.id) – Gedung Putih mengonfirmasi adanya kesalahan fatal dalam komunikasi internal, di mana seorang jurnalis secara tidak sengaja dimasukkan ke dalam grup pesan rahasia yang berisi pejabat tinggi AS yang tengah membahas serangan terhadap Houthi di Yaman.
Dalam laporan yang diterbitkan The Atlantic, pemimpin redaksinya, Jeffrey Goldberg, menulis, “Para pemimpin keamanan nasional AS memasukkan saya ke dalam percakapan grup tentang serangan militer mendatang di Yaman. Saya awalnya tidak percaya, hingga bom mulai berjatuhan.”
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka sedang menyelidiki bagaimana nomor yang tidak seharusnya bisa masuk ke dalam percakapan tersebut. Ia juga membenarkan bahwa pesan-pesan terkait serangan di Yaman memang asli.
Presiden AS Donald Trump, ketika ditanya soal insiden ini, mengaku baru mengetahuinya dan menegaskan bahwa serangan AS terhadap Houthi tetap berjalan efektif.
Sementara itu, analis politik Israel, Barak Ravid, dari situs Walla mengungkap bahwa pejabat tinggi AS, termasuk Wakil Presiden, menggunakan grup di aplikasi Signal untuk mengoordinasikan serangan ke Houthi dan berbagi intelijen rahasia. Kesalahan terjadi ketika Goldberg—seorang jurnalis—tanpa sengaja ditambahkan ke dalam grup tersebut, sehingga ia bisa mengakses semua percakapan rahasia itu.
(Samirmusa/arrahmah.id)