TEL AVIV(Arrahmah.id) – Militer penjajah “Israel” pada Jumat (28/2) mengirim bala bantuan ke Tulkarm di tengah operasi militer yang terus berlangsung. Selain itu, mereka juga melakukan serangkaian penggerebekan dan penangkapan di berbagai wilayah Tepi Barat, serta memperketat pengamanan di Al-Quds menjelang bulan suci Ramadan.
Menurut sumber Al Jazeera, bala bantuan militer baru telah dikerahkan ke Kota Tulkarm dan kamp pengungsinya. Saat ini, Kamp Tulkarm dan Kamp Nur Shams menjadi target operasi besar-besaran dalam serangan luas yang dilancarkan penjajah terhadap kota-kota dan kamp-kamp pengungsi di wilayah utara Tepi Barat.
Serangan yang telah memasuki hari ke-39 ini menyasar kota dan kamp pengungsi di Jenin, Tulkarm, serta Tubas, yang telah mengakibatkan puluhan warga Palestina gugur syahid dan memaksa sedikitnya 40.000 orang mengungsi.
Di wilayah utara Tepi Barat, pasukan penjajah juga menyerbu Kota Nablus dan Salfit, serta menggerebek dua desa di selatan Nablus, yaitu Qabalan dan Yatma.
Gelombang Penggerebekan dan Penangkapan
Menurut media Palestina, pasukan penjajah menangkap seorang pemuda dari Desa Yatma, selatan Nablus, serta seorang pemuda lainnya dari Kota Ya’bad, barat daya Jenin.
Sebelumnya, seorang pemuda Palestina, Muhammad Sanakrah, gugur syahid setelah ditembak tentara penjajah dalam penggerebekan di Kamp Balata, timur Nablus. Tentara penjajah mengklaim bahwa ia adalah “target operasi” mereka.
Di Jenin dan kamp pengungsinya, dua warga Palestina mengalami luka-luka setelah pasukan penjajah melepaskan tembakan ke arah para pengungsi yang berusaha kembali ke rumah mereka di dalam kamp yang hancur akibat serangan sebelumnya.
Sejak 21 Januari lalu, militer penjajah memperluas operasi militer yang mereka sebut “Tembok Besi” di wilayah utara Tepi Barat, khususnya di Jenin, Tulkarm, dan Tubas. Serangan ini telah menewaskan lebih dari 65 warga Palestina, menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi, serta menghancurkan banyak bangunan.
Serangan di Berbagai Wilayah
Di bagian selatan Tepi Barat, pasukan penjajah kembali menyerbu Kota Hebron serta dua desa terdekatnya, Beit Ummar dan Yatta.
Sementara itu, di bagian tengah Tepi Barat, seorang warga Palestina terluka akibat tembakan penjajah saat mereka menyerbu Desa Beit Rima, utara Ramallah.
Menurut Kantor Berita Palestina, pasukan penjajah juga menggerebek rumah tiga mantan tahanan yang baru saja dibebaskan dalam kesepakatan pertukaran tahanan, sebelum akhirnya dideportasi ke luar negeri. Penggerebekan tersebut memicu bentrokan dengan warga Palestina, yang kemudian disambut dengan tembakan peluru tajam oleh pasukan penjajah.
Tak jauh dari Ramallah, tentara penjajah kembali menyerbu Desa Al-Isawiya, timur laut Al-Quds.
Pengamanan Ketat di Al-Quds
Sementara itu, Channel 14 “Israel” melaporkan bahwa kepolisian penjajah akan menambah jumlah pasukan keamanan di Al-Quds, terutama di sekitar Masjid Al-Aqsha, saat memasuki bulan Ramadan.
Diperkirakan jumlah pasukan tambahan mencapai sekitar 2.000 personel, dengan penyebaran yang luas di berbagai titik di Al-Quds, termasuk pintu masuk dan keluar kota, serta di banyak persimpangan utama.
Langkah ini diambil setelah otoritas penjajah memutuskan untuk membatasi akses warga Palestina ke Masjid Al-Aqsha, dengan hanya mengizinkan 10.000 orang untuk beribadah di dalamnya.
Seorang juru bicara pemerintah penjajah menyebut bahwa pembatasan tersebut “bukan sesuatu yang luar biasa.”
Sejak Operasi Thufan Al-Aqsha dimulai, agresi penjajah di Tepi Barat semakin meningkat. Menurut data resmi Palestina, serangan yang terus berlanjut ini telah menyebabkan 925 warga Palestina gugur syahid, sekitar 7.000 orang terluka, dan lebih dari 14.500 orang ditangkap.
(Samirmusa/arrahmah.id)