TEPI BARAT (Arrahmah.id) – Pasukan ‘Israel menyerang kota-kota di Tepi Barat pada Selasa dini hari (25/2/2025), menewaskan seorang warga Palestina dan melukai beberapa lainnya. Pemukim ‘Israel’ menikam seorang pemuda penyandang cacat sementara tentara ‘Israel’ berusaha menculik seorang warga Palestina yang terluka dari ambulans Bulan Sabit Merah.
Setidaknya 17 warga Palestina terluka selama serangan ‘Israel’ di Tepi Barat, termasuk setidaknya satu anak. Bulan Sabit Merah melaporkan bahwa satu orang menderita luka tembak, sementara 15 lainnya menghirup gas air mata di dekat pemakaman barat di Nablus.
Pasukan ‘Israel’ kembali memasuki Nablus dari berbagai arah setelah sempat mundur. Tentara dikerahkan secara besar-besaran di bagian barat Kota Tua. Wartawan dan tim medis menghadapi serangan gas air mata dari pasukan ‘Israel’.
Sebelum mundur, tentara menyerang beberapa toko. Sementara itu, di Tubas, pemukim ‘Israel’ menikam seorang pria Palestina penyandang cacat, menurut Bulan Sabit Merah.
Pasukan ‘Israel’ juga menyerang Yatta, sebelah selatan Hebron, dan menculik seorang warga Palestina. Serangan tambahan menargetkan kamp pengungsi Al-Fawwar dan Beit Ummar di Hebron.
Tank-tank ‘Israel’ berpatroli di jalan-jalan kamp pengungsi Jenin sebagai bagian dari serangan militer yang sedang berlangsung. Tentara Israel membakar rumah-rumah dan mengusir keluarga-keluarga Palestina dari rumah mereka.
Kendaraan lapis baja ‘Israel’ ditempatkan di luar rumah sakit utama Jenin. Pasukan menyerbu fasilitas tersebut sebagai bagian dari serangan tersebut. Blokade ketat masih diberlakukan, memperburuk kondisi warga.
Serangan ‘Israel’ terhadap Jenin telah menewaskan 27 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya. Sebagian besar penghuni kamp diusir dari daerah tersebut karena serangan ‘Israel’ yang terus berlanjut.
Serangan ‘Israel’ meluas hingga ke luar Jenin. Serangan ‘Israel’ dan kampanye pemindahan terus berlanjut di Tulkarem, Nablus, dan Tubas. Tank memasuki pinggiran Jenin untuk pertama kalinya sejak 2002.
Wakil gubernur Tulkarem, Faisal Salameh, mengonfirmasi bahwa serangan ‘Israel’ telah menyebabkan 12.000 warga Palestina mengungsi dalam 30 hari terakhir.
Menteri Pertahanan ‘Israel’, Israel Katz, baru-baru ini menyatakan bahwa 40.000 orang dari kamp pengungsi Jenin, Tulkarem, dan Nour Shams telah “dievakuasi.” (zarahamala/arrahmah.id)