LATAKIA (Arrahmah.id) — Pasca penggulingan rezim Bashar al Assad bulan lalu, banyak aset keluarga tersebut terbengkalai. Salah satunya adalah rumah musim panas Assad yang memiliki pantai pribadi di Latakia yang kini menjadi objek wisata.
Hanan Sari (40), mengatakan sebelumnya masyarakat desanya tidak diperbolehkan memasuki hutan yang berbatasan dengan rumah musim panas Assad. Namun sejak Assad kabur, warga dengan mudah dapat mengumpulkan kayu dari kayu-kayu yang ada di sekitar rumah tersebut.
“Lihatlah tanah kami yang dipenuhi buah zaitun ini, yang sebelumnya tidak pernah bisa kami masuki, namun sekarang kami ada di sini,” kata Saari kepada NPR (25/1/2025).
Bukan hanya dipenuhi warga yang memungut kayu, di depan gerbang lalu lalang mobil masuk sengaja dibiarkan penjaga. Bahkan sebagian berbaris menunggu untuk berkeliling rumah seperti halnya masuk ke sebuah museum.
Di dalam rumah yang dibuat sejak 50 tahun lalu itu tidak ada satu pun perabotan. Setelah Assad dan keluarganya kabur, warga sipil Suriah memasuki rumah yang sebelumnya terlarang dan menjarahnya. Penampakan seperti kabel-kabel tanpa TV dan lampu di langit-langit, kaca pecah, sisa wastafel, dan kabel unit pemanas dan pendingin udara nampak jelas terlihat.
Dengan lemari pakaian yang tak terhitung jumlahnya, kamar mandi dengan shower modern, dan kamar tidur yang tak terhitung membuat pengunjung kerap tersesat di dalamnya.
Menurut NPR, kamar mandi utama memiliki bathtub Jacuzzi besar yang menghadap ke Mediterania. Cocok untuk mandi busa dengan pemandangan matahari terbenam. Namun toilet, pancuran dan cermin semuanya hancur. Sedangkan dapur besarnya memiliki bar, wastafel besar, dan meja yang cocok untuk koki profesional.
Saat ini grafiti hitam yang dilukis dengan cat semprot di dinding salah satu ruang tamu sangat jelas terlihat karena tulisannya yang mengutuk penguasa yang baru saja digulingkan.
“Istana pembunuh berantai, Bashar al Assad,” bunyinya dalam bahasa Arab.
“Dia membuat rakyatnya tetap miskin ketika dia tinggal di istana dengan sejuta kamar,” kata Mohammed Ismail (25) yang datang mengunjungi dan berfoto di rumah itu.
Di luar, tamannya terawat baik dan luas. Ada tempat untuk hiburan – oven pizza, bar, dan area memasak. Terdapat kolam renang dengan rangkaian shower dan kamar mandi untuk mencuci setelah mandi.
Ini adalah rumah bagi salah satu diktator paling tertutup di dunia, dan sekarang warga Suriah yang takut untuk mengatakan apa pun tentang dia berkeliaran bebas di kamarnya, tambah Ismail. (hanoum/arrahmah.id)