JAKARTA (Arrahmah.id) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengungkapkan, terdapat 105 perempuan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban online scamming di Myawaddy, Myanmar. Mereka pun dipastikan mendapatkan perlindungan.
“Kami juga sudah menyiapkan langkah-langkah penanganan khusus, seperti layanan kesehatan kepada mereka yang telah tiba di Tanah Air,” ujarnya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (18/3/2025).
Fauzi menuturkan, seratusan perempuan yang menjadi korban itu berhasil dievakuasi melalui Kota Maesot di Thailand dan 2nd Friendship Bridge perbatasan dengan Myanmar.
Mereka pun, lanjutnya, akan ditampung sementara di Wisma Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
“Selain pemeriksaan kesehatan kita juga akan memberikan pendampingan psikologis untuk pemulihan. Agar ketika nanti mereka pulang ke wilayahnya masing-masing dalam kondisi lebih baik lagi,” katanya.
Fauzi mengimbau, masyarakat khususnya kelompok perempuan di pedesaan agar tidak tergiur dengan penawaran-penawaran perekrutan kerja di luar negeri dengan iming-iming upah tinggi dari media sosial dan sebagainya.
“Program berbasis desa kami diharapkan nantinya akan memberikan informasi penting kepada masyarakat sampai ketingkat desa sehingga kasus-kasus TPPO bisa diantisipasi secara dini,” pungkasnya.
Sebagai informasi, 105 perempuan tersebut merupakan korban online scamming yang berhasil dipulangkan ke Indonesia dengan masuk dalam rombongan operasi pembebasan terhadap 554 orang dari wilayah konflik Myawaddy, Myanmar.
(ameera/arrahmah.id)